Langsung ke konten utama

Mas’alah

    Sebagian ulama mengatakan bahwa membaca ta'awwuz pada awal mulanya diwajibkan kepada Nabi Saw., tetapi tidak kepada umatnya. Diriwayatkan dari Imam Malik bahwa dia tidak membaca ta'awwuz dalam salat fardunya; tetapi ta'awwuz dibaca bila mengerjakan salat sunat Ramadan pada malam pertama.

https://wallpaperbat.com/img/163781-bing-wallpaper-windows-7-widescreen-wallpaper-67-bing-hd.jpg

Imam Syafii di dalam kitab Al-Imla mengatakan bahwa bacaan ta'awwuz dinyaringkan; tetapi jika dipelankan, tidak mengapa. Di dalam kitab Al-Umm disebutkan boleh memilih, karena Ibnu Umar membacanya dengan pelan, sedangkan Abu Hurairah membacanya dengan suara nyaring. Tetapi bacaan ta'awwuz selain pada rakaat pertama masih diperselisihkan di kalangan mazhab Syafii, apakah disunatkan atau tidak, ada dua pendapat, tetapi yang kuat mengatakan tidak disunatkan.

Apabila orang yang membaca ta'awwuz mengucapkan, "A'uzu billahi minasy syaitanir rajim (aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk)," maka kalimat tersebut dinilai cukup menurut Imam Syafii dan Imam Abu Hanifah.

Sebagian dari kalangan ulama ada yang menambahkan lafaz As-Sami'ul 'alim (Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui), sedangkan yang lainnya bahkan menambahkan seperti berikut: "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui," menurut As-Sauri dan Al-Auza'i.

Diriwayatkan oleh sebagian dari mereka bahwa dia mengucapkan, "Aku memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk," agar sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh ayat dan berdasarkan kepada hadis Dahhak, dari Ibnu Abbas, yang telah disebutkan tadi. Akan tetapi, lebih utama mengikuti hadis-hadis sahih seperti yang telah disebutkan.

Membaca ta'awwuz dalam salat hanya dilakukan untuk membaca Al-Qur'an, menurut pendapat Abu Hanifah dan Muhammad. Sedangkan Abu Yusuf mengatakan bahwa ta'awwuz dibaca untuk menghadapi salat itu sendiri. Berdasarkan pengertian ini. berarti makmum membaca ta'awwuz sekalipun imam tidak membacanya. Dalam salat Id (hari raya), ta'awwuz dibaca sesudah takbiratul ihram dan sebelum takbir salat hari raya. Sedangkan menurut jumhur ulama sesudah takbir Id dan sebelum bacaan Al-Fatihah dimulai.

Termasuk faedah membaca ta'awwuz ialah untuk membersihkan apa yang telah dilakukan oleh mulut, seperti perkataan yang tak berguna dan kata-kata yang jorok, untuk mewangikannya sebelum membaca Kalamullah.

Bacaan ta'awwuz dimaksudkan untuk memohon pertolongan kepada Allah dan mengakui kekuasaan-Nya, sedangkan bagi hamba yang bersangkutan merupakan pengakuan atas kelemahan dan ketidakmampuannya dalam menghadapi musuh bebuyutan tetapi tidak kelihatan, tiada seorang pun yang dapat menyangkal dan menolaknya kecuali hanya Allah yang telah menciptakannya. Setan tidak boleh diajak bersikap baik dan tidak boleh berbaik hati kepadanya. Lain halnya dengan musuh dari jenis manusia (kita boleh bersikap seperti itu), sebagaimana yang disebutkan oleh beberapa ayat Al-Qur'an dalam tiga tempat, dan Allah Swt. telah berfirman:

إِنَّ عِبادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطانٌ وَكَفى بِرَبِّكَ وَكِيلًا

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga. (Al-Isra: 65)

Malaikat pernah turun untuk memerangi musuh yang berupa manusia. Barang siapa terbunuh oleh musuh yang kelihatan (yakni manusia), maka ia mati syahid. Barang siapa terbunuh oleh musuh yang tidak kelihatan, maka ia adalah orang yang mati dalam keadaan terlaknat. Barang siapa yang dikalahkan oleh musuh yang tampak, maka ia adalah orang yang diperbudak. Barang siapa yang dikalahkan oleh musuh yang tidak kelihatan, maka ia adalah orang yang terfitnah atau berdosa. Mengingat setan dapat melihat manusia, sedangkan manusia tidak dapat melihatnya, maka manusia dianjurkan agar memohon perlin-dungan kepada Tuhan yang melihat setan, sedangkan setan tidak dapat melihat-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tafsir basmalah dan hukum-hukumnya

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ (1) Dengan nama Allah YangMaha Pemurah lagi Maha Penyayang Para sahabat memulai bacaan Kitabullah dengan basmalah, dan para ulama sepakat bahwa basmalah merupakan salah satu ayat dari surat An-Naml. Kemudian mereka berselisih pendapat apakah basmalah merupakan ayat tersendiri pada permulaan tiap-tiap surat, ataukah hanya ditulis pada tiap-tiap permulaan surat saja. Atau apakah basmalah merupakan sebagian dari satu ayat pada tiap-tiap surat, atau memang demikian dalam surat Al-Fatihah, tidak pada yang lainnya; ataukah basmalah sengaja ditulis untuk memisahkan antara satu surat dengan yang lainnya, sedangkan ia sendiri bukan merupakan suatu ayat. Mengenai masalah ini banyak pendapat yang dikatakan oleh ulama, baik Salaf maupun Khalaf. Pembahasannya secara panjang lebar bukan diterangkan dalam kitab ini. Di dalam kitab Sunan Abu Daud dengan sanad yang sahih: عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه...

Desain Pengontrol PID

http://microcontrollerslab.com/wp-content/uploads/2019/02/2-PID-controller-Arduino.png      Pada kali kami akan memperkenalkan struktur kompensator umpan balik yang sederhana, namun serbaguna: pengontrol Proporsional-Integral-Derivatif (PID). Kontroler PID banyak digunakan karena sangat mudah dipahami dan karena cukup efektif. Salah satu daya tarik dari pengontrol PID adalah bahwa semua insinyur memahami diferensiasi dan integrasi secara konseptual, sehingga mereka dapat menerapkan sistem kontrol bahkan tanpa pemahaman yang mendalam tentang teori kontrol. Lebih lanjut, meskipun kompensatornya sederhana, namun cukup canggih karena ia menangkap sejarah sistem (melalui integrasi) dan mengantisipasi perilaku sistem di masa depan (melalui diferensiasi). Kami akan membahas pengaruh masing-masing parameter PID pada dinamika sistem loop tertutup dan akan menunjukkan bagaimana menggunakan pengontrol PID untuk meningkatkan kinerja sistem. Perintah kunci MATLAB yang digunakan dalam ...

Pengukuran Laju Aliran Fluida (Oil dan Gas)

     Dalam bidang minyak dan gas, teknologi untuk mengukur aliran berfungsi untuk mengukur jumlah produksi yang dihasilkan dalam setiap waktunya. Bernama "flow meter" sebuah alat yang digunakan untuk mengukur aliran,  pressure, temperature dari aliran minyak atau gas tersebut.  Flow meter juga dapat berfungsi sebagai alat monitoring yang akan menjadikan pekerjaan lebih mudah dengan tingkat keamanan yang baik saat terjadi overpressure atau kondisi yang abnormal. Beberapa aspek yang diukur dari kinerja suatu aliran adalah accuracy, repeatability, linearity dan resolution. Dengan aspek kinerja tersebut, flow meter pun dibagi menjadi 3 jenis : Differential pressure, Positive Displacement, dan Coriolis Mass Flow Meter. Dan akan dibahas secara terpisah dan lebih jelas pada uraian dibawah ini. Differential Pressure (DP) Flow Meter https://alvindocs.com/public/vendor/webarq/admin-lte/plugins/elfinder/files/News/NewFolder/pengukuran%20laju%20aliran%20fluida.gif Alat ini ...